Sidang Promosi Terbuka S3 Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Hadapi China Gray Zone Strategy di Laut China Selatan
Bogor – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menyelenggarakan Sidang Promosi Terbuka Program Doktor (S3) Konsentrasi Strategi Pertahanan Cohort-5 atas nama promovendus Muh Hassanudin Wahid. Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang, Laksda TNI Dr. Bambang Irwanto, M.Tr. (Han)., CHRMP., yang juga bertindak sebagai Penguji Internal I. Kegiatan dilaksanakan di Aula Merah Putih, Kampus Bela Negara, Sentul, Bogor, Kamis (4/9).
Dalam disertasinya berjudul “Strategi Pertahanan Indonesia dalam Menghadapi China Gray Zone Strategy di Laut China Selatan guna Mendukung Pertahanan Negara”, promovendus menyoroti urgensi strategi pertahanan adaptif untuk menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Penelitian ini menggunakan metode convergent mixed method yang memadukan data kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui studi literatur, survei, serta wawancara mendalam dengan para pakar, dan dianalisis menggunakan perangkat lunak MaxQDA. Analisis dilakukan melalui tahapan simultan, perbandingan temuan, dan interpretasi menyeluruh untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa China Gray Zone Strategy menimbulkan tantangan serius bagi pertahanan Indonesia. Melalui analisis TOWS, promovendus merumuskan konsep Asymmetric Defense Strategy sebagai kerangka konseptual baru. Strategi ini mengintegrasikan kekuatan hard power, soft power, dan smart power dalam kerangka berjenjang jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi ini tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan adaptif untuk memperkuat posisi Indonesia di Laut China Selatan serta menjaga stabilitas kawasan.
Sidang promosi ini melibatkan Dewan Promotor:
* Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio (Promotor)
* Laksda TNI (Purn) Dr. Drs. Ir. Suyono Thamrin, M.Eng.Sc., CIQnR., CIQaR., IPU., ASEAN Eng., CIPA., CIMMR., ACPE. (Co-Promotor I)
* Mayjen TNI (Purn) Dr. Joni Widjayanto, S.Sos., M.M., CIPA. (Co-Promotor II)
Penguji Internal:
* Laksdya TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S. (Penguji Internal II)
* Kolonel Arm Dr. Ir. Guntur Eko Saputro, S.I.P., M.M. (Penguji Internal III)
* Kolonel Arm Dr. Robby Mochamad Taufik, S.Pd., M.Pd., M.Han. (Sekretaris Sidang/Penguji Internal IV)
Penguji Eksternal:
* Prof. Dr. R. Widya Setiabudi S., S.I.P., S.Si., MT., M.Si(Han). (Penguji Eksternal I)
* Drs. Teuku Rezasyah, M.A.IR., Ph.D. (Penguji Eksternal II)
Berdasarkan hasil ujian terbuka dan penilaian para penguji, promovendus Muh Hassanudin Wahid dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Pertahanan ke-72 Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Melalui sidang ini, Unhan RI kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan doktor yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pertahanan, sekaligus memberikan rekomendasi strategis dalam menghadapi tantangan keamanan aktual, khususnya dinamika di Laut China Selatan.
(Humas Unhan RI).