FGD Pascasarjana Unhan RI Dorong Harmonisasi Kurikulum dengan Dinamika Industri dan Kebijakan Pertahanan
Jakarta — Direktur Pascasarjana Unhan RI, Brigadir Jenderal TNI Dr. Mitro Prihantoro, S.AP., M.Sc., yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Brigadir Jenderal TNI Dr. R. Djoko Andreas Navalino, S.I.P., M.AB., membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyempurnaan Kurikulum Pascasarjana: Integrasi Riset, Industri, dan Kebijakan Nasional”. Kegiatan berlangsung di ruang kelas Pascasarjana Lantai 2, Kampus Pascasarjana Unhan RI, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat. (Selasa, 18/11).
FGD ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. (HC) Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Kom., MCE., MTCNA. (Dosen Prodi Pengembangan Kurikulum S3 UPI), Brigadir Jenderal TNI Frega F. Wenas Inkiriwang, MIR., M.M.A.S., Ph.D., FHEA (Direktur Jakstrahan Ditjen Strahan Kemhan RI), serta Ir. Ony Arifianto, Ph.D., IPM. (Direktur Inovasi dan Teknologi PT Dirgantara Indonesia). Diskusi dipandu oleh Kolonel Cpl Dr. Linus Yoseph Wawan Rukmono, S.T., M.T., CIQnR., selaku Kaprodi Doktor Ilmu Pertahanan Konsentrasi Teknologi Pertahanan Pascasarjana Unhan RI.
Dalam sambutan pembuka yang dibacakan oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Direktur Pascasarjana Unhan RI menegaskan bahwa penyempurnaan kurikulum merupakan agenda strategis untuk memastikan program Pascasarjana tetap relevan dengan dinamika riset mutakhir, perkembangan industri pertahanan, dan arah kebijakan nasional. Penguatan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), penajaman Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta penataan ulang struktur akademik dipandang penting untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing strategis. Pada sesi lanjutan, beliau juga memaparkan Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan S3 yang berfokus pada integrasi riset multidisiplin, penguatan kualitas disertasi, serta kontribusi terhadap rekomendasi kebijakan strategis sesuai Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 dan kesiapan menuju penjaminan mutu 2027.
Pemaparan narasumber pertama, Prof. (HC) Dr. Deni Darmawan, menyoroti pengembangan kurikulum perguruan tinggi di era digitalisasi global. Materi menekankan penyederhanaan standar pendidikan, fleksibilitas penilaian, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran modern. Beliau menegaskan pentingnya penerapan OBE, peningkatan literasi digital, serta integrasi 21st century skills—kolaborasi, kreativitas, komunikasi, dan pemikiran kritis—agar kurikulum tetap responsif terhadap perubahan regulasi dan kebutuhan industri.
Narasumber kedua, Brigadir Jenderal TNI Frega F. Wenas Inkiriwang, MIR., M.M.A.S., Ph.D., FHEA, memaparkan urgensi integrasi riset, industri, dan kebijakan nasional guna menyiapkan lulusan Unhan RI yang policy ready. Beliau membahas dinamika lingkungan strategis global, perkembangan Revolution in Military Affairs (RMA), serta klasifikasi ancaman dalam kerangka Jakum Hanneg. Lebih lanjut, beliau menekankan perlunya kurikulum yang mendukung kompetensi analisis kebijakan, substansi pertahanan militer–nirmiliter, dan komunikasi strategis. Rekomendasi yang disampaikan mencakup pembentukan Policy Lab, peningkatan peran adjunct professor, dan penerapan magang strategis bagi mahasiswa Pascasarjana.
Narasumber ketiga, Ir. Ony Arifianto, Ph.D., IPM., menekankan pentingnya penguasaan teknologi kunci pertahanan udara melalui riset dan inovasi industri dirgantara. Beliau menjelaskan kapabilitas PT Dirgantara Indonesia mencakup desain pesawat, manufaktur aerostruktur, pengembangan sistem persenjataan, hingga program simulasi dan UAS. Paparan ini menyoroti urgensi advanced propulsion, mobilitas udara, teknologi aviasi digital, material mutakhir, serta optimalisasi offset dalam akuisisi alutsista. Inisiatif Office Link diperkenalkan sebagai ekosistem kolaboratif yang membuka peluang sinergi riset antara industri dan akademisi, termasuk Unhan RI.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung secara konstruktif dan inklusif. Para peserta menyampaikan pandangan mengenai perlunya penguatan keselarasan antara riset mahasiswa dan arah kebijakan pertahanan nasional, sekaligus menjaga ruang inovasi dan kebaruan akademik dalam penelitian doktoral. Pandangan dari mitra industri, khususnya PT Dirgantara Indonesia, semakin memperkaya diskusi melalui penekanan pada kebutuhan penguasaan teknologi kunci dan potensi kolaborasi strategis. Selain itu, mengemuka aspirasi agar kurikulum Pascasarjana Unhan RI lebih adaptif melalui sinergi pengajaran, kehadiran narasumber tamu, dan perluasan jejaring internasional. Masukan tersebut merefleksikan komitmen kolektif untuk mengembangkan kurikulum yang responsif, relevan, dan selaras dengan dinamika lingkungan pertahanan modern.
Kegiatan FGD diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para narasumber oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Pascasarjana Unhan RI.